Selasa, 22 Maret 2011

Hai Papua...sa rindu....

Hampir dua tahun yang lalu menginjakan kaki di Tanah Papua tepatnya di kota Manokawri. Walaupun hanya 40 hari disana tetapi pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidup. Pantai Pasir Putih. Papeda. Barapen Ikan. Yospan. Pasar Wosi. Keladi. Sirih dan Kapur. Molo. Pisang Goreng dan Sambal. Dan kenangan lainnya.
Semua keluarga yang selalu diingat. Keluarga besar Awarawi, Keluarga Besar Morin, Keluarga Besar Mongi, Kakak Ion, Kakak Yoel, Kakak Herman, Kakak berbadan kecil namun lincah (maaf sa lupa kakak pu nama), Ibu-ibu Guru dan anak-anak TK. Yuliana. Sa sangat rindu kau semua... Ingin segera kembali berjumpa kembali... Kalo Tuhan kasih waktu dan rezeki saya akan kembali bertemu dengan kalian semua..... Kitorang Bersaudara to?

Kamis, 24 Februari 2011

Divorce, Disaster, and...

" Pantesan dia kacau gitu... orang dia dari keluarga broken home"


Huh sering banget denger kalimat kaya gitu. Menjadi bagian dari keluarga yang broken home bukanlah impian dari seluruh anak yang ada di muka bumi ini. Mendapatkan perhatian yang utuh dari Ayah dan Ibu, tinggal bersama mereka, liburan bersama mereka dan berbagi cerita di ruang keluarga setiap malam itulah semua yang seharusnya anak-anak dapatkan dari orang tua. Adakah seorang anak bangga apabila ia berasal dari keluarga broken home??

Reaksi seorang anak akan bermacam-macam apabila mengetahui orangtuanya berpisah. Ada yang menjadi pendiam, frustasi, bahkan ada yang menjadikan obat-obatan terlarang menjadi tempat pelarian mereka. Anak yang berasal dari keluarga broken home sering dituntut menjadi dewasa sebelum waktunya. Mereka harus menerima kondisi keluarga mereka namun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya mereka alami. Anak broken home biasanya tinggal dengan salah satu orang tua mereka atau biasanya dititipkan kepada kerabat seperti nenek dan kakek atau Om dan tante. Tuntutan bersikap lebih dewasa seseorang yang berasal dari keluarga broken home tidak berhenti sampai disitu, mereka harus menerima kondisi apabila orang tua mereka menemukan pasangan baru. Menerima orang baru ditengah-tengah kehidupan keluarga dapat dikatakan sangat sulit. Belum tentu orang baru itu cocok dengan mereka. Hal-hal inilah yang menyebabkan seringkali anak yang berasal dari broken home bersikap yang cenderung 'negatif' dan pada akhirnya mendapatkan celaan dari orang-orang. Tetapi pernahkah orang-orang yang mencela membayangkan berada diposisi anak-anak yang mengalami keluarga yang tercerai berai. Jangan salahkan anak-anak menjadi 'negatif' karena broken home  tetapi lihatlah kondisi sekitar mereka yang membuat mereka demikian. 

Senin, 31 Januari 2011

Manokwari, kota kecil nan indah

Tanah Papua Tanah Yang Kaya 
Surga Kecil Jatuh Ke Bumi
Seluas Tanah Sebanyak Batu
Adalah Harta Harapan 
Tanah Papua Tanah Leluhur
Disana Aku Lahir
Bersama Angin Bersama Daun 
Aku Dibesarkan 
Hitam Kulit Keriting Rambut
Aku Papua

Hitam Kulit Keriting Rambut
Aku Papua
Biar Nanti Langit Terbelah
Aku Papua
(Aku Papua-NN)

Tahun 2009, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki di Tanah Papua, tepatnya di Manokwari, Papua Barat. Kalau di Peta Indonesia, Manokwari berada tepat di paling barat atau kalau Pulau Papua seperti bentuk burung, Manokwari berada di kepala burungnya. Dari Jakarta (bandara soekarno hatta) membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk tiba di Manokwari (bandara Rendani), namun ada perbedaan waktu Jakarta dengan Manokwari yaitu 2 jam. Selama di pesawat, kita bisa melihat gugusan pulau yang sangat indah.
Bandara Rendani dikelilingi lautan, jadi sebelum mendarat pesawat akan terbang diatas laut dengan jarak yang sangat rendah, yang tentunya terlihat sangat indah. Luas wilayah Kota Manowari kira-kira 23% dari wilayah kota Bandung. Kalau saya tidak salah menghitung jumlah traffic light di sana hanya 8 buah. Di sana hanya ada angkutan umum dan ojeg untuk transportasi umum. Angkutan umum yang digunakan adalah mobil carry (bukan mobil bak terbuka) dengan posisi kursi yang tidak diubah, jadi seakan-akan kita naik mobil pribadi, apalagi tidak ada tulisan jurusan di kaca depan mobil carry tersebut. 
Di Manokwari terdapat beberapa pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari dan satu supermarket yang cukup besar dan sangat terkenal bagi penduduk Manokwari. Kalau mencari makanan di pinggir jalan tidak begitu sulit, ada sate, bakso bahkan es pisang ijo makanan khas Makasar. Es pisang ijo banyak ditemui di Papua karena disana banyak penduduk Makasar yang bermigrasi ke Manokwari bahkan terdapat "Kampung Makasar" yang menandakan bahwa terdapat banyak orang Makasar di Manokwari. Selain orang Makasar, banyak pendatang dari Pulau Jawa yang memutuskan mencari nafkah di Manokwari.
Banyak orang yang bilang barang-barang di Papua sangat mahal. Menurut saya, itu tergantung gaya hidup kita disana. Memang benar, barang-barang yang didatangkan dari pulau Jawa pastinya mahal, karena biaya pengiriman barang dari Jawa pasti mahal. Tetapi kalo kita menggunakan barang-barang yang berasal dari Papua bisa dikatakan harganya biasa saja atau kadang-kadang murah. Contoh: setiap hari saya dimasakan ikan dengan berbagai macam bumbu oleh ibu angkat saya di Papua, dimana bagi saya yang tinggal di Bandung (daerah gunung) ikan sangat mahal, sedangkan di Papua dengan uang 10 ribu kita dapat menikmati 5-8 ekor ikan berukuran sedang. Akan tetapi, barang-barang yang dikirim dari pulau Jawa seperti Shampo, Air Mineral Kemasan, Semen, Telepon Genggam (HP)  harganya bisa mahal bahkan berkali-kali lipat dibandingkan harga di Pulau Jawa. 
Kalau ke Manokwari harus ke Pantai Pasir Putih dan Pulau Mansinam. Di Pantai Pasir Putih kita bisa melihat birunya laut dan pasir yang sangat putih tanpa dipungut biaya alias gratis. Bahkan birunya laut bisa kita lihat dari pinggir jalan ketika kita sedang berada dalam kendaraan. Di Pantai Pasir Putih terdapat berbagai penjual makanan. Sedangkan Pulau Mansinam, merupakan pulau kecil tempat pertama kali injil masuk ke Papua. Apabila ingin ke Pulau Mansinam, pengunjung harus menggunakan perahu motor (atau biasa disebut taksi laut) selama 5 menit dari distrik Pasir Putih menuju Pulau Mansinam. Dari Manokwari kita bisa berkunjung ke Raja Ampat yang terkenal denga keberagaman biota lautnya. Dari pelabuhan Manokwari kita bisa menggunaka kapal laut menuju Sorong (kota gerbang perdagangan Papua Barat) lalu dari Sorong kita bisa menggunakan kapal cepat menuju Raja Ampat.

Pantai Pasir Putih

Pulau Mansinam

Bintang Laut di Pulau Mansinam 

Senja di Pasir Putih



Rabu, 05 Januari 2011

Mulai Menulis di Jam12 Malam

Alhamdulillah.... Masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memmbuat blog lagi. Dulu pernah buat tapi ga pernah di-update. Payah sekali monyet ini.

Just Monkey Talks. Keluarga, Cinta, Pendidikan, Gaya Hidup, Dunia Politik, Makanan, Travelling, Gosip. Apakah monyet membahas hal-hal tersebut ( tentunya dengan bahasanya Aa-aa-ii-aa-uu)?? Mungkin ya.

 Let's start it!!!!